Everything will be fine. You’re going to be fine.
Mireille mengucapkan
dua kalimat itu lirih, berulang-ulang seperti mantra. Langkahnya berat dan
napasnya tercekat. Sebuah lagu yang berkali-kali ia mainkan di ipodnya
mengiringi langkahnya pulang, senyum kecil nan pahit menghias wajahnya setiap
kali dua kalimat itu ia dengar. Mireille tidak mengerti kenapa Abel menyuruhnya
mendengarkan lagu itu, it reminds me of
you, jawabnya ketika Mireille bertanya.
“Sejak kapan kamu suka KPOP, Bel?”
“Bukan berarti gue suka KPOP Cuma karena gue
nyodorin satu lagu ini ke elo, blame it on my cousin.” Abel pun tertawa seolah mengingat sesuatu, Mireille tersenyum sedikit. Tawa
Abel selalu menular. “It reminds me of you.”
Mireille melirik ipod Abel yang tengah
memainkan lagu itu, “Memangnya aku sedingin itu ya?”
“Bukan kok.” Abel menghela napas, seolah
mencari kalimat yang pantas untuk dilontarkan. “Just listen to it.”
I’m cold as
ice. So cold.
Ponselnya
bergetar, ia menghela napas sebelum akhirnya menerima telpon itu. Kamu dimana? Jeda. Di rumah sepupu Abel, Nate ulang tahun. Jeda lama. Perlu kujemput? Mireille melirik
rumahnya yang berjarak beberapa meter lagi dan lampunya belum menyala. Ia belum
pulang, pikirnya sedikit kega ia tak perlu menghadapi orang itu mala mini. Tidak, Abel nanti nganterin aku. Jeda. Okay, be nice Rei. Mireille menghela
napas. Okay. You forgot one thing, Rei.
Okay, master. That’s my good girl.
Puk.
“Uh.” Ia
mengusap kepalanya yang tertimpuk… sebuah bungkus rokok. “Hei!” Sangat tidak
bertanggung jawab, membuang sampah sembarangan. Sebuah bungkus rokok lagi. “Ya,
kamu. Otak kamu rusak ya saking banyaknya menghisap batang kematian itu?”
She hates
smoker. It reminds her of him.
-It’s cold –
Epik High feat Lee Hi. Maaf ya pendek, I’m getting rusty. ._____.
No comments:
Post a Comment