23.1.13

Mireille's: #1


Everything will be fine. You’re going to be fine.

Mireille mengucapkan dua kalimat itu lirih, berulang-ulang seperti mantra. Langkahnya berat dan napasnya tercekat. Sebuah lagu yang berkali-kali ia mainkan di ipodnya mengiringi langkahnya pulang, senyum kecil nan pahit menghias wajahnya setiap kali dua kalimat itu ia dengar. Mireille tidak mengerti kenapa Abel menyuruhnya mendengarkan lagu itu, it reminds me of you, jawabnya ketika Mireille bertanya.

“Sejak kapan kamu suka KPOP, Bel?”

“Bukan berarti gue suka KPOP Cuma karena gue nyodorin satu lagu ini ke elo, blame it on my cousin.Abel pun tertawa seolah mengingat sesuatu, Mireille tersenyum sedikit. Tawa Abel selalu menular. “It reminds me of you.”

Mireille melirik ipod Abel yang tengah memainkan lagu itu, “Memangnya aku sedingin itu ya?”

“Bukan kok.” Abel menghela napas, seolah mencari kalimat yang pantas untuk dilontarkan. “Just listen to it.”

I’m cold as ice. So cold.

Ponselnya bergetar, ia menghela napas sebelum akhirnya menerima telpon itu. Kamu dimana? Jeda. Di rumah sepupu Abel, Nate ulang tahun. Jeda lama. Perlu kujemput? Mireille melirik rumahnya yang berjarak beberapa meter lagi dan lampunya belum menyala. Ia belum pulang, pikirnya sedikit kega ia tak perlu menghadapi orang itu mala mini. Tidak, Abel nanti nganterin aku. Jeda. Okay, be nice Rei. Mireille menghela napas.   Okay.  You forgot one thing, Rei.   Okay, master.   That’s my good girl.

Puk.

“Uh.” Ia mengusap kepalanya yang tertimpuk… sebuah bungkus rokok. “Hei!” Sangat tidak bertanggung jawab, membuang sampah sembarangan. Sebuah bungkus rokok lagi. “Ya, kamu. Otak kamu rusak ya saking banyaknya menghisap batang kematian itu?”

She hates smoker. It reminds her of him.

-It’s cold – Epik High feat Lee Hi. Maaf ya pendek, I’m getting rusty. ._____.

No comments:

Post a Comment